Intelektual Pohon Pisang

Intelektual Pohon Pisang

Apa yang terlintas dipikiran anda jika mendengar dua kata yang tentunya asing di telinga masyarakat Indonesia, pohon pisang. Mungkin anda akan bertanya-tanya apa hubungan yang kentara antara pohon pisang dan intelektualitas dalam berbisnis. Seperti yang kita ketahui bersama jika pohon pisang adalah salah satu pohon dengan seribu manfaat bagi kehidupan. Selain bentuk dan rasanya yang unik, kita dapat memanfaatkan pohon ini mulai dari daun, batang, hingga akar untuk dijadikan beberapa olahan makanan, industry, obat-obatan dan lain sebagainya. Namun, tahukah anda jika pohon ini hanya berbuah sekali dalam seumur nya? Ya, walaupun dikenal dengan manfaatnya yang berlimpah sayangnya ia tak bertahan lama seperti pohon-pohon lainnya. Hal ini kontras dengan kehidupan manusia. Bukan bagaimana mendapatkan pemberian sebanyak-banyaknya namun bagaimana memberi sebanyak-banyaknya. Kontras sekali dengan dunia bisnis yang identik dengan usaha-usaha maksimal untuk mendapat keuntungan yang optimal.

            Terdapat dua makna dalam istilah intelektual pohon pisang, yang pertama adalah para pebisnis pemula yang mempelajari bisnis dari tahap paling dasar hingga mencapai tingkat kemahiran dan menciptakan sebuah inovasi yang luar biasa menuju taraf kesuksesan. Golongan ini teruntuk mereka yang tak goyah terhadap berbagai rintangan yang menggeluti dunia tersebut seperti barang/produk yang tak laku jual, turunnya kurs mata uang, dana yang tidak mencukupi serta masalah-masalah lain yang membuat bisnis anda hampir pada tahap kebangkrutan.

            Kedua, adalah teruntuk mereka yang mempunyai keahlian bisnis handal yang berpotensi menjadi seorang jutawan namun terhenti usahanya karena tak mampu mengendalikan dirinya mengatasi segala problematika yang dihadapi. Hasil akhirnya adalah kebangkrutan. Buruk sekali bukan? Sayangnya hal ituadalah fakta,berapa banyak orang pintar dalam memainkan bisnis namun ia tenggelam dalam kepintarannya yang menjadi malapetaka dan orang-orang dengan intelektual biasa-biasa saja namun dapat mengakomodir segala sesuatu dengan bijaksana sehingga menghasilkan keuntungan yang tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri melainkan orang-orang disekitarnya. Nah, termasuk dalam golongan yang manakah anda berada? Change your mind now!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *