Trump mengatakan bahwa penyelidikan kolusi dengan Rusia dalam pemilihan Amerika Serikat adalah adalah sebuah illegal. Presiden Amerika Serikat, dalam Berita Dunia Hari Ini Donald Trump sekali lagi mengkritik penyelidikan federal yang menjadi dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, mengisyaratkan bahwa penyelidikan yang dipimpin oleh penasihat khusus Robert Mueller sebagai ‘ilegal’. Trump mengatakan kepada Bloomberg News dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Kamis bahwa penunjukan Mueller tahun lalu untuk menyelidiki kampanye pemilihannya tahun 2016, memberikan peryataan bahwa kemungkinan kolusi dengan Rusia itu tidak benar. Info actual yang bisa memberikan wawasan kepada kita bisa diakses dalam situs website matamatapolitik.com.

“Saya melihatnya secara berbeda. Saya melihatnya sebagai investigasi ilegal karena tokoh panutan besar telah mengatakan bahwa: tidak boleh ada pengacara khusus, ” ucapnya trump kepada Bloomberg. Beberapa ahli hukum mempertanyakan perihal penunjukan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat Mueller, yaitu mantan direktur FBI 2001-2013, untuk menangani penyelidikan dengan tidak adanya acuan undang- undang khusus yang mengatur kompensasi khusus. Namun Departemen Kehakiman Trump sendiri mengatakan itu legal. Kelompok hukum konservatif, Pusat Hukum dan Politik Nasional berargumen bahwa penunjukan Mueller pada 17 Mei 2017 melanggar Konstitusi Amerika Serikat. Karena itu dilakukan oleh Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein dan bukan oleh Jaksa Agung Jeff Sessions.
Bahkan oknum yang bertugas dalam tim kampanye pemenangan pemilihan Trump, telah menarik diri dari penyelidikan Rusia, meninggalkan Rosenstein dan telah diberdayakan untuk bertindak sebagai jaksa agung dalam kasus ini. Presiden telah berulang kali mengkritik oknum yang bersangkutan untuk penyelidikan ke Rusia dan melanjutkan serangan melalui Twitter pda minggu lalu, menyatakan jaksa agung tidak pernah melakukan kontrol penuh atas Departemen Kehakiman. Trump menyatakan dalam sebuah posting Twitter pada hari Sabtu bahwa oknum tersebut “tidak mengerti apa yang sedang terjadi di bawah komando posnya.”

Oknum tersebut akhirnya membantah, menyatakan bahwa departemen mengambil alih ketika menjadi jaksa agung dan tidak akan memungkinkan untuk terlalu dipengaruhi oleh pertimbangan politik. Beberapa anggota parlemen Republik telah memperkirakan bahwa Trump akan menggantikan oknum tersebut. Senator yang dekat dengan Trump dan membela oknum tersebut, Lindsey Graham mengatakan pekan lalu bahwa ia percaya saat Trump akan menunjuk Jaksa Agung baru, tetapi harus menunggu sampai pemilu, di mana Partai Republik berusaha untuk mempertahankan kontrol dari kedua Senat dan DPR. Berita Dunia Hari Ini yang memberikan informasi terkini keadaan politik luar negeri bisa kita akses di matamatapolitik.com.