Menabung dalam bentuk deposito menjadi pilihan banyak orang di zaman modern seperti sekarang ini. Pasalnya, deposito menghadirkan bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa sehingga akan lebih menguntungkan. Bahkan beberapa orang juga menganggap bahwa deposito termasuk ke dalam salah satu instrumen investasi karena bunga yang cukup tinggi tersebut.

Apalagi saat ini sudah banyak bank yang menyediakan produk deposito online sehingga akan semakin menguntungkan Anda. Namun sebelum mengajukan deposito baik itu secara online ataupun offline, Anda harus paham beberapa istilah pentingnya terlebih dahulu. Jika paham mengenai istilah-istilah ini maka Anda bisa melakukan penempatan dana dengan bijak.

Langsung saja, berikut ini adalah istilah terkait deposito yang harus Anda pahami:

deposito online
Deposito online

Deposito

Deposito merupakan salah satu produk bank sejenis dengan tabungan biasa. Namun perbedaannya adalah tabungan ini tidak bisa diambil sebelum jangka waktu atau tenor yang ditentukan. Apabila Anda mengambil uang sebelum tenor maka bank akan memberikan denda atau penalti.

Tier

Tier merupakan jumlah uang setoran awal ketika Anda akan membuka tabungan deposito. Besarnya tier bisa beraneka ragam, tergantung dari Anda sebagai deposan. Namun pada umumnya bank akan memberikan syarat minimal setoran awal ini.

Bunga Persentase  Tahunan (BPT)

Bunga Persentase Tahunan merupakan imbalan bunga tahunan atas uang yang telah didepositokan. Sebagai contoh apabila Anda menabung dalam bentuk deposito sebanyak Rp100 juta dengan bunga sebesar 6% per tahun, maka imbalan atau keuntungan yang bisa didapatkan dalam setahun adalah Rp6 juta (belum dipotong pajak).

Roll Over, ARO, dan ARO +

Istilah penting terkait deposito yang harus Anda pahami dengan baik adalah Roll Over, Automatic Roll Over (ARO), dan Automatic Roll Over Plus (ARO+). Roll Over sendiri merupakan pengulangan dimana deposito akan dilanjutkan apabila sudah memenuhi tenor. Sedangkan ARO merupakan fasilitas Roll Over dimana pengulangan akan dilakukan secara otomatis. Sedangkan ARO+ hampir sama dengan ARO namun dengan tambahan bunga.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

LPS merupakan lembaga yang ditunjuk Bank Indonesia untuk memberikan jaminan terhadap semua jenis pinjaman di bank yang terdaftar. Dengan adanya LPS ini maka Anda tidak akan mengalami kerugian meskipun bank mengalami kebangkrutan atau masalah lainnya.

Bilyet Deposito

Berbeda dengan produk tabungan biasa yang memberikan fasilitas buku tabungan kepada nasabah, produk deposito tidak memberikannya. Sebagai ganti buku tabungan tersebut, Anda akan diberikan bilyet deposito. Jadi bisa dikatakan bahwa bilyet deposito adalah surat bukti kepemilikan deposito.

Deposan

Deposan merupakan sebutan untuk Anda yang menanamkan uang dalam bentuk deposito. Tidak hanya perorangan saja, deposan juga bisa berupa organisasi atau perusahaan yang memenuhi syarat.

Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, dan Deposito On Call

Deposito berjangka merupakan jenis deposito yang tidak bisa dicairkan sebelum batas waktu. Sedangkan sertifikat deposito adalah jenis deposito yang bisa diperjualbelikan pada pihak lainnya. Terakhir deposito on call adalah jenis deposito yang penarikannya melalui pemberitahuan dan kesepakatan antara nasabah dan bank.

Ajukan Deposito Online dengan Mudah di Bank Sinarmas

Itulah beberapa istilah terkait deposito yang harus Anda pahami terlebih dahulu. Jika yakin untuk menyimpan dana dalam bentuk deposito, Anda bisa memilih produk deposito online dari Bank Sinarmas. Pembukaan yang praktis secara online bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Anda yang memiliki kesibukan tinggi.

Tidak hanya lebih mudah dan praktis saja, produk dari Bank Sinarmas ini juga memiliki beberapa kelebihan lain seperti nominal penempatan rendah mulai dari Rp500 ribu, bunga hingga 5,7% p.a, serta jangka penempatan yang beragam. Langsung saja kunjungi website www.banksinarmas.com untuk informasi lebih lengkap mengenai produk ini.