Kemampuan masyarakat nusantara mengolah logam menjadi perhiasan nusantara telah ada sejak awal zaman perunggu. Pada tahun 500 SM dimana pengaruh kebudayaan India dan Cina memasuki wilayah nusantara, kemampuan itu semakin berkembang.

Perpaduan budaya India dan Cina menghasilkan teknologi peleburan logam dan pembuatan perhiasan yang lebih baik. Corak dan bentuk perhiasan juga lebih beragam. Ditambah dengan kedatangan Islam, maka keindahan perhiasan nusantara menjadi lebih kaya lagi.

Dari ratusan jenis dan nama perhiasan tradisional khas nusantara, ada beberapa yang terkenal hingga mancanegara.

Gelang. 

Perhiasan ini beragam bentuk dan jenisnya. Di Sumatera Barat ada Gelang gadang yang dipakai saat pernikahan. Memiliki simbol aturan Adat dalam bertingkah laku. Sementara suku Dawan atau Atoni di Timor memiliki gelang tradisional yang disebut Riti atau Keke. Terbuat dari perak dan dihiasi berbagai ornamen seperti bunga belimbing dan salib.

Kalung

Di Tanah Karo ada Bura Layang-layang. Sedangkan di Maluku ada kalung khas daerah yang disebut Kalung Muse. Keduanya sama-sama merupakan karya tradisional bermotif indah. Sedangkan di Sumatera Selatan kalung kuno yang terkenal adalah anak ayam dua puluh. Disebut demikian karena bentuk motifnya adalah dua puluh ekor anak ayam yang berbaris.

Ikat pinggang

Hampir di seluruh bagian nusantara memiliki perhiasan Ikat pinggang. Hiasan ini biasanya merupakan bagian dari pakaian adat dan terbuat dari emas,  perak atau kuningan. Di Sumatera Ikat pinggang ini disebut Pending, Pandiang, atau Pending Peranakan untuk Ikat pinggang yang mendapatkan pengaruh dari pendatang Tionghoa.

Anting-anting

Anting-anting atau kerabu adalah perhiasan telinga yang terbuat dari emas, perak, dan di beberapa daerah diberi hiasan permata. Di Nusa Tenggara Timur, ada Mamuli yang berbentuk rahim dan berukuran agak besar.  Ada juga Anting Dayak, yang terkenal karena berat dan besarnya, serta tujuan pemakaiannya yang unik. 

Sebuah Anting Dayak bisa berbobot hingga 200 gram. Bentuknya bulat atau oval dan lebih besar dari Anting-anting pada umumnya. Wanita Dayak memakai anting-anting ini agar cuping telinga mereka memanjang. Semakin panjang cuping telinganya, semakin cantik ia. Hingga sekarang beberapa suku Dayak pedalaman masih menggunakan anting-anting ini di keseharian mereka.

Begitu banyak perhiasan nusantara yang indah dan unik, warisan budaya Indonesia. Corak dan motif nya menginspirasi bentuk perhiasan nasional hingga saat ini.