Banyak sekali mitos dalam hal mengurus bayi, dari mulai yang sederhana sampai yang ekstrim. Sebagai orang tua yang siap anda tidak boleh cepat termakan mitos seperti itu. Salah satu mitis yang beredar adalah memberikan air putih pada bayi. Pemberian air berlebihan nantinya secara tidak disadari akan menggantikan asupan ASI atau susu formula. Untuk anak-anak bawah usia 1 tahun – dan terutama selama sembilan bulan pertama kehidupan – minum terlalu banyak air bisa menjadi praktik berbahaya.

Jika ibu merasa bayinya perlu mengambil air tambahan, harus dibatasi dengan dua sampai tiga ons pada satu waktu, dan harus ditawarkan hanya setelah bayi telah puas kelaparan dengan pemberian ASI atau susu formula. Bagi orang tua yang melahirkan bayi mereka di bawah usia 12 bulan mengambil pelajaran berenang, harap berhati-hati dari jumlah air yang bayi mungkin secara tidak sengaja menelan. Setelah bayi adalah masa lalu usia 6 bulan, mungkin saja bisa ditambahkan minum 60 sampai 120 cc air dua kali sehari sampai ia mencapai usia 1 tahun. Pada usia 12 bulan, anak harus minum minimal 120 cc per hari, berdasarkan kehausan anak.

Berikut beberapa mitosnya:

  1. Lidah putih: Warna putih di lidah sebenarnya bisa disebabkan karena gangguan hipersensitif saluran cerna atau karena timbulnya jamur atau candidiasis. Air putih tidak bermanfaat untuk menghilanggkannya. Jangankan air putih, kadang dibersihkan dengan kasa basah saja warna putih tersebut kadang tidak hilang. 
  2. Sulit BAB: Pemberian air putih untuk mengatasi gangguan sulit buang air besar sampai saat ini masih belum dibuktikan dalam penelitian. Bahkan banyak kasus penderita konstipasi minum air putih banyak, makan sayur dan buah banyak bahkan minum obat pencahar jangka panjang tetapi keluhan tidak membaik bila penyebabnya tidak dicari.

Gunakan air untuk memandikan bayi saja, jangan lupa gunakan produk sabun Sleek Baby dan juga pastikan cara memandikan bayi yang anda lakukan sudah benar.